TANGGUNG JAWAB MANUSIA

MATERI 1
EKSISTENSI MANUSIA 1 (PERAN)

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Dialah Allah Yang tiada Illah (Berhak disembah) selain dia Raja yang maha Suci, Yang maha sejahtera, yang mengkaruniakan keamanan, yang maha memelihara, yang maha perkasa, yang maha kuasa, yang memiliki segala keagungan, maha suci allah dari apa yang mereka persekutukan” (Q.S Al-Hashr 59 : 23)

Alhamdulillah atas kehendak Allah kita dipertemukan kembali untuk sharing, berbagi ilmu atas masing masing keilmuan yang dimiliki sehingga kita saling melengkapkan kekurangan antar kemiskinan ilmu yang dimiliki.
Rasulullah itu adalah Uswatun Khasanah (Suri Tauladan), seperti Al-Qur’an yang berjalan. Dan bahwa kita harus mempelajari Al-Qur’an (Bukan dipelajari hanya dibaca, tetapi diterapkan dengan baik dalam kehidupan walaupun sedikit demi sedikit).
Sering kali kita mendengar ucapan atau bahkan kita berucap tanpa disadari “keur naon urang hirup, mun kieu carana mah”, Perlu diketahui bahwa tentunya manusia itu diciptakan oleh Allah ada maksudnya sudah diberitahu oleh Allah dengan kondisi nyata yaitu Sejarah dan Rasul, tetapi manusia lupanya mainstream tiada tandingannya.
Sepengetahuan dengan yang sudah dipelajari dan didapati dan teruji nyata, bahwa manusia itu diciptakan memiliki peran, tugas, fungsi, dan tujuan yang jelas dalam Al-Qur’an bisa disebut dengan “Eksistensi Manusia”.
           Pada post pertama ini saya membahas “Peran Manusia dalam Eksistensi Manusia di Muka Bumi”. Kita membahas peran terlebih dahulu karena peran merupakan dasar sebelum kita mencetak film jejak hidup. Analoginya kita ingin bermain film pasti yang kita tanyain kan “eh gua peran nya sebagai apa sih (yang protagonis/antagonis)” iya kan iya dong pasti kan pasti dong?
            Peran manusia yaitu tertulis dalam pelepah kurma mungkin pada saat itu, sekarang tersusun rapi dalam satu bindel yaitu Al-Qur’an.

Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung – gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (Q.S.Al-Ahzab 33 : 72)

Dalam ayat Al Ahzab 72 tersebut jika kita dalami ada makna tersirat yaitu “mengemukakan amanat” yang namanya mengemukakan berarti ada yang diberi tahu kepada kita, ada yang diungkapkan oleh Allah. Untuk menjawab kebingungan manusia, Allah langsung menjawabnya pada Surat Al Hashr - 21 :

Kalau sekiranya kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan – perumpaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”
(Q.S Al-Hashr 59 : 21)

Masih Ragu kah? Kurang jelas dan yakin?. Maka oleh Allah dipertegas kembali dengan ayat lain yaitu Al-Isra 17 : 9 & Al Baqarah 2 : 2

Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 2)

 “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang – orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (Q.S. Al-Isra 17 : 9)

Sudah jelaslah, terjawab, dan terbukti dengan ayat – ayat tersebut bahwa Al-Quran itu sebagai “Amanat Manusia Untuk Diperankan (dipikul)” kenapa diperankan ? karena Al-Qur’an itu sebagai sebuah pedoman / skenario / naskah / manual book untuk kita manusia dalam menjalankan hidup (membumikan Al-Qur’an) (kan tadi analoginya main film, berarti untuk berperan itu kita butuh skenario / naskah yang sudah dibuat). Kenapa dipikul ? ini merupakan sebuah idiom bahasa (kiasan kata) karena jika suatu benda dipikul lebih mudah dibawa dan digenggam jika bersama – sama setiap manusia berperan dengan baik dimuka bumi sehingga Al - Qur'an menjadi landasan untuk kehidupan.
Alhamdulillah, sudah sepatutnya kita memahami Eksistensi Manusia dengan Peran yaitu Pemikul Amanat (Al-Qur’an) dengan cara yaitu membumikan Al-Qur’an. Karena penerapan Al-Qur’an tidak berhenti semenjak Rasulullah wafat, sudah jelas bahwa kita sebagai generasi penerus untuk memerankannya kembali.
Alhamdulillah, kita sama – sama telah berbagi ilmu seperti inilah yang saya ingin bagikan ke teman teman sekalian, karena memang sudah sepatutnya kita saling melengkapi kemiskinan ilmu yang dimiliki dengan mendengar, menerima sesuatu hal yang benar dan dibuktikan secara gamblang dan nyata, kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari – hari sehingga tidak kehilangan arah.
Perlu diketahui bahwa eksistensi manusia itu ada peran, tugas, fungsi, dan tujuan. Untuk peran kita sudah mengetahuinya, sedangkan yang lainnya (tugas, fungsi, tujuan) akan kita sharingkan diposting selanjutnya.
Akhir kata, jika kurang paham dan mengerti semoga Allah memudahkan kamu sekalian untuk memahamkannya. Karena apa yang bisa aku bagikan hanya seperti ini. Dan kebenaran, memberikan hidayah, itu hanya dari Rabb semesta alam.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Rifki Robani Fatullah – 1 Sya’ban 1439 H



Comments

Popular posts from this blog

TABEL BLOCK GAUGE SET 88

TABEL BLOCK GAUGE SET 112